DJ Romy - Unity In Diversity (2008)

dj romy

Track List:

  • 01. Liberatiom
  • 02. Hydra
  • 03. One Love
  • 04. When I See The Sun At Jimbaran
  • 05. Just Another Dream
  • 06. Unity In Diversity
  • 07. Fast Forward
  • 08. Better Life
  • 09. Energy And Destiny
  • 10. Lafayette
  • 11. Polarity
  • 12. Beautiful
  • 13. Wings Of The Storm

Sumber: RFZ@irc.TheOneServ.net

What You Didn’t See In The Movie

Terkadang dalam pembuatan 1 film banyak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terkadang pula hal-hal tersebut menjadi perhatian dan diulang kembali pembuatannya, tapi ada juga hal-hal yang tidak disadari dalam pembuatannya. Hal seperti ini biasa disebut dengan Bloopers. Hampir semua film mempunyai Bloopers, kebanyakan adalah tidak disengaja. Berikut ini adalah beberapa contoh Bloopers yang saya dapat melalui email dari adik saya.

Mungkin dari dulu, orang ini tidak tahu cara memakai pistol, hanya tahu cara memegang pistol yang baik.

Its a bird, Its a plane…. in the time like that ????

Hari gini ada handphone nganggur ???

Adidas ROCKS !!!! even Jack Sparrow use it.

Tapi setelah melihat dari bloopers di atas, saya sedikit ragu dengan keasliannya. Tapi yah namanya juga iseng. Iseng-iseng saya post, kali kali ada yang iseng-iseng mau baca, terus iseng-iseng senyum sendiri. :)

(sumber email)

Pencuri Data Credit Card Raup Rp. 252 Miliar!

credit card eater

Jaringan Simon Woon alias Clement warga negara Malaysia, mencuri data credit card dengan dua cara yakni masuk ke host link dan menggunakan alat konvensional.

Pencurian terbesar melalui host link dan komputer data bank sekali sedot bisa mendapatkan 3000 nama. “itu sebabnya mereka bisa mencuri 7,2 juta dari 9,2 juta data pemilik credit card di Indonesia,” ujar Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Indradi Thanos, 5 maret kemarin.

Di sisi lain, dengan cara konvensional, pelaku menggunakan hand skimmer dan chip implant. kedua alat itu ditempelkan ke EDC (Electronic Data Capture) merchant. Per data dijual Rp. 200 ribu sampai dengan Rp. 500 ribu untuk 7,2 data. Pencuri telah memperoleh uang Rp. 252 Miliar dengan kurs Rp. 350 ribu per data.

Saat ini sudah 24 tersangka ditangkap. Kerugian jaringan Simon yang juga merupakan kartel narkoba masih dalam perhitungan. Bareskrim melibatkan pihak risk card center Visa maupun Master untuk melacak ke mana sindikat itu menggunakan credit card palsu dan beberapa transaksi yang dilakukan.

Terbongkarnya jaringan pemalsu credit card itu menghebohkan dunia karena merugikan pemegang dari mancanegara antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Timur Tengah, Australia, Thailand, Kanada dan Jepang. Korban terbanyak dari Indonesia, Thailand dan Timur Tengah. Polisi mancanegara pun banyak berdatangan ke Indonesia untuk melihat para tersangka.

Kepala Unit III Ditnarkoba Badan Reskim Polri Kombes M. Hasan Amrozi yang membawahi langsung penyelidikan kasus tersebut memperkirakan sindikat telah memalsukan puluhan hingga ratusan ribu credit card. “Mereka sudah lima tahun beroperasi. Beberapa banyak yang dipalsukan masih kami selidiki. Yang jelas, credit card palsu siap edar yang kami sita sebanyak 7600 keping.” ujar Amrozi.

Menurut Amrozi pencurian data pemilik credit card di bank seharusnya tidak terjadi bila bank melengkapi dengan berbagai kerahasiaan. Saat ini baru Bank Mandiri dan BII yang terungkap datanya dibobol orang dalam.

Amrozi menyarankan bank melapisi minimal tiga cara dalam menjaga kerahasiaan datanya. Pertama, mengacak data pemilik credit card dengan berbagai sandi dan kode rahasia. Kedua, program komputer dikunci. Ketiga, menggunakan password khusus dan rahasia.

Untuk menjaga kerahasiaan, hanya satu atau dua orang diperkenankan mengakses password sekalipun pelaku berhasil menggunakan alat konvensional untuk menyadap data pemegang saat bertransaksi, yang bersangkutan tidak tahu berapa dana yang dapat digunakan.

Para tersangka dijerat pasal 362 KUHP (pencurian), pasal 263 KUHP (pemalsuan) dan pasal 480 KUHP (penadahan). Sementara yang karyawan bank akan ditambahkan dengan pasal UU Perbankan.

Dirajut dari Media Indonesia - 6 Maret 2008 oleh lEO_rETRo

Apple Rilis iStick, Si Video YouTube Berjalan

appleNEW YORK - Apple Inc memperkenal iStick, sebuah teknologi layar sentuh berbentuk flashdisk yang menyediakan layanan video-streaming sekaligus Wi-Fi. Teknologi ini menjadi jawaban derasnya demand masyarakat akan mobile device yang bisa mengakses YouTube, situs video online terbesar dunia.

Dengan ukuran layar sebesar jari manusia, iStick mampu menyajikan jutaan video dan musik di manapun anda berada. Dilengkapi dengan empat tombol layar sentuh, iStick didesain sangat sederhana dan praktis.

Alexei Mikhailov, sang desainer yang mengonsep iStick sebagai korvergensi mobile device yang sempurna. Ia mengemukakan kelebihan iStick mungil ini tidak hanya bisa menyajikan format file film dan klip, tetapi juga melihat foto dan memainkan musik.

Teknologi Wi-Fi terintegrasi di dalamnya untuk memudahkan customer “berbelanja” lagu di iTunes Store. Ragam fitur kecil lainnya juga bisa dipertimbangkan untuk replikasi visual iPhone dan iTouch yang sering disebut-sebut lipstick tube ini.

Coverflow, merupakan “ibu” dari fitur-fitur iStick dengan navigasi menyerupai Mac, menjadikannya terkesan ekslusif luar dalam. Dengan desain unik nan mungil ini, Apple menargetkan pasar iStick pada sebagian besar pengguna iPod Shuffle dan penikmat YouTube

Uploader YouTube Inggris Akan Dibayar !

yutubeLONDON - Pengguna YouTube Inggris yang mengupload klip atau video populer di website video-sharing terbesar tersebut kini akan dibayar atas usahanya tersebut.

Uploader akan mendapat bayaran dengan sistem bagi hasil dari perolehan pendapatan iklan yang terdapat di halaman tersebut, sekitar ribuan euro per bulan.

Program yang ditangani langsung dari YouTube Amerika Serikat dan Canada ini diperuntukkan bagi uploader besar yang secara reguler meng-upload video aslinya dan terbukti acapkali berhasil mengundang ribuan pengunjung. Namun, untuk klip atau video yang one-hit wonder tidak bisa dikategorikan sebagai uploader reguler.

Pihak Google, pemilik YouTube, tidak akan memberi tahu persentase yang akan diterima uploader dari pendapatan iklan. Tapi, juru bicara YouTube mengatakan pada AFP, Senin (4/2/2008), biar bagaimanapun pihak YouTube akan menyisihkan ribuan euro per bulan untuk para uploader

Next Page →

Your Ad Here